PROFESIONALISME
Profesionalisme
merupakan sikap dari seorang profesional, dan profesional berarti melakukan
sesuatu sebagai pekerjaan pokok yang d isebut profesi, artinya pekerjaan
tersebut bukan pengisi waktu luang atau sebagai hobi belaka. Jika profesi
diartikan sebagai pekerjaan dan isme sebagai pandangan hidup, maka
profesional dapat diartikan sebagai pandangan untuk selalu berfikir, berpendirian,
bersikap dan bekerja sungguh-sungguh, kerja keras, bekerja sepenuh waktu,
disiplin, jujur, loyalitas tinggi dan penuh dedikasi demi keberhasilan
pekerjaannya. Jadi pada dasarnya profesionalisme berkenaan dengan sikap peduli
baik terhadap klien atau pun terhadap profesinya, Seperti yang diungkapkan oleh
David H. Maister bahwa profesionalisme adalah terutama masalah sikap, bukan
seperangkat kompetensi. Seorang professional sejati adalah seorang
teknisi yang peduli.
Ciri-ciri
profesionalisme di bidang IT dan kode etik profesional yang harus dipunyai oleh
seorang IT
Ciri-ciri
profesionalisme di bidang IT.
Harus memiliki
pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi di bidang TI, memiliki pengetahuan yang
luas, tanggap terhadap masalah client, faham thd isyu-isyu etis serta tata
nilai kilen-nya, mampu bekerja sama dan melakukan pendekatan multidispliner,
bekerja dibawah disiplin etika dan mampu mengambil keputusan didasarkan kepada
kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat
luas terhadap masyarakat
Biasanya
dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang
baik. Ciri‐ciri
profesionalisme:
- · Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi
- · Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
- · Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
- · Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
Kode
Etik Profesi
Kode
etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang
yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi.
Ada tiga hal pokok yang
merupakan fungsi dari kode etik profesi:
- 1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
- 2. Kode etik profesi merupakan sarana control social bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalanggan social).
- 3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaanyang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi dilain instansi atau perusahaan.
Kode
Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi ( TI )
·
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya
memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan
hubungan Antara professional atau developer TI dengan klien, antara para
professional sendiri, Antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan
pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang professional dengan klien
(pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
·
Seorang professional tidak dapat membuat
program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa
program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user; ia dapat menjamin
keamanan (security) system kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak
yang dapat mengacaukan system kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).
Kode
Etik seperti yang disebutkan di atas, ada beberapa faktor yang perlu
diperhatikan:
- · Publik
- · Bertindak konsisten untuk kepentingan publik, seperti: menerima tanggung jawab penuh atas pekerjaan mereka sendiri, bersikap adil dan menghindari penipuan dalam semua pernyataan umum terutama mengenai software atau dokumen terkait, metode dan alat.
- · Client dan karyawan
- Melakukan tindakan terbaik demi kepentingan klien dan atasan mereka, serta konsisten untuk kepentingan publik.
- · Produk
- · Memastikan produk yang terkait memenuhi standard profesionalisme yang ada.
- · Penilaian
- · Menjaga integritas dan kemandirian dalam penilaian profesional mereka.
- · Manajemen
- · Profesi
- · Meningkatkan integritas dan reputasi dari profesi mereka yang konsisten dengan kepentingan publik.
- · Mitra
- · Harus adil dan mendukung rekan kerjanya.
- · Diri sendiri
- · Selalu belajar mengenai praktek profesi mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar