Sebelumnya saya ingin memperkenal kan diri nama saya Imam Setya Utama umur 20thn Mahsiswa Universitas Gunadarma Depok Semester 5 Jurusan Sistem Informasi. Pada artikel ini saya ingin menceritakan kisah nyata seorang anak yang tinggal di daerah rumah saya , anak ini bernama Mustofa atau sering disebut dengan panggilan klewer berumur 10thn . Sebelumnya saya tidak mengenal sosok anak ini karena dia baru pindah didaerah rumah saya, sangat asing wajahnya bagi saya. Seiring jalannya waktu saya sering melihat anak ini ketika saya sedang di rumah nenek saya yang masih satu daerah dengan rumah saya.
Wajah anak ini sedikit bisa membuat orang ketawa, pertama kali saya melihatnya saya memang ada rasa iba terhadap anak ini. Suatu hari ketika saya sedang berkumpul dengan sanak sodara saya di rumah nenek, ada yang terlihat aneh karena anak ini sering sekali berada dirumah nenek saya , saya berfikir mungkin anak ini sedang bermain saja dengan keponakan saya yang tinggal dirumah nenek saya. Kebetulan dirumah nenek saya tidak cuman nenek saya tetapi ada Bibi dan Paman saya serta dua anaknya yang tinggal disana,sebelumnya ada kakek saya tetapi belum lama beliau meninggal itu termasuk pukulan berat bagi saya karena saya cukup akrab dengan kakek saya .
Kembali lagi ke si anak yang bernama mustofa tadi , pada hari itu saya sedang duduk didepan ruang kumpul keluarga saya, saya melihat anak itu sedang membeli es krim di depan rumah nenek saya , disitu saya mendengar seseuatu kata diucapkan oleh salah seorang warga yang mungkin belum tau tentang anak itu, dia bertanya kepada anak itu (klewer) "eh lu anak siapa sih kok main mulu disini, rumah lu emang dimana ?" tanya salah seorang warga di dekat rumah nenek saya. Anak itu terdiam dan mengacuhkan, saya pun semaki penasaran dengan bocah ini . lalu tidak lama bocah ini pergi , sang penjual eskrim yang sudah tau tentang bocah ini seperti memberi tahu kepada warga yang tadi menayakan pertanyaan kepada anak itu .
Karena semakin penasaran saya pun bertanya kepada ibu saya tentang anak ini, dan disitu saya terhentak betapa kuatnya batin anak ini ketika saya tau kalau ibu nya telah meninggal dan bapaknya pergi dari rumah meninggalkan anak ini seorang diri . Lama kelamaan setelah saya tau tentang anak ini saya ingin sekali memastikan nya dari anak ini walaupun itu berat bagi saya untuk menanyakan hal seperti itu. anak ini sudah dianggap seperti keluarga baru di keluarga saya dia sudah dianggap seperti bagian keluarga dari keluarga besar saya , setiap hari anak ini tinggal dirumah nenek saya dan di beri makan oleh bibi saya yang tinggal dirumah nenek saya , nenek saya khususnya sangat tidak tega melihat anak ini.
Suatu hari anak ini sedang bermain dirumah saya bersama adik saya kebetulan saya mempunyai seorang adik berumur 12 thn . ketika itu anak ini sedang bermain dirumah saya, saya sedang berada diruang tamu bersama ibu . Tiba tiba ibu berkata kepada anak ini (klewer)," klewer mamah mores sekolahin ya" dan sangat tersentak ketika anak ini menjawab "gak ada ibu nanti yang nyiapin baju sekolah saya siapa" tutur anak tersebut . disitu rasanya saya terdiam dan merasa beruntung masih mendapatkan kasih sayang orang tua sampai sekarang sedangkan anak ini harus menjalankan hidup yang berat tanpa kasih sayang orang tua diumur yang masih sangat belia masih sangat memerlukan kasih sayang ibu . tetapi anak ini menjalani hidupnya dengan selalu tersenyum selalu tidak menampakan kesedihan yang dialami olehnya. dan yang saya sangat salut dia tetap rajin dan tinggal bersama nenek saya tidak mau bersama anak jalanan yang notabennya nasibnya hampir sama dengannya.
Mungkin anak ini satu dari sekian banyak anak anak di indonesia yang mengalami nasib sepertinya tetapi seharusnya disini lah peran pemerintah kita bagaimana cara mengatasi hal tersebut . Pemerintah seharusnya mempunyai wadah tersendiri untuk anak anak yang mengalami kejadian seperti ini, bayangkan betapa sakitnya psikis anak ini, seharusnya pemerintah tanggap akan hal seperti ini kita tidak bisa memastikan nasib anak ini seperti apa jiak 10-20 thn kedepan . Jadi kepada pemerintah untuk segera menanggapi hal-hal kejadian seperti yang dialami mustofa (klewer) karena anak ini butuh motivasi untuk kehidupan selanjutnya .
terimakasih.
Senin, 30 November 2015
Jumat, 13 November 2015
METODE ILMIAH
Pengertian Metode Ilmiah
Pengertian metode dan langkah langkah
metode ilmiah - Kali ini, akan dijelaskan tentang apa itu metode ilmiah dan
bagaimana langkah langkah metode ilmiah. Secara sederhana, pengertian
metode ilmiah adalah langkah kerja yang dilakukan oleh para peneliti dalam
menjawab masalah yang ada.
Dalam buku Schaum outline dijelaskan
bahwa pengertian metode ilmiah atau metode saintifik adalah langkah langkah
kerja rutin dari saintis saintis aktif seiring dibimbingnya mereka oleh
keingintahuan untuk mempelajari keteraturan dan hubungan di antara fenomena
fenomena yang mereka pelajari.
Penerapan memikiran sehat setepat-tepatnya
dalam penelitian dan analisis data juga merupakan pengertian metode
ilmiah atau metode saintifik.
Dalam pengertian metode ilmiah yang
terbaharui, dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1626) bahwa pengertian metode
ilmiah adalah serangkaian langkah langkah berupa melakukan identifikasi
masalah, mengumpulkan data dalam cakupan masalah yang ada, memilah data untuk
mencari hubungan, merumuskan hipotesis atau dugaan ilmiah sementara, menguji
hipotesis secara tepat dan mengonfirmasi hipotesis/dugaan ilmiah apabila
terdapat temuan temuan baru dalam eksperimen yang dilakukan. Langkah langkah
ilmiah tersebut dilakukan secara sistematis dan berurut.
Diterangkan dalam wikipedia, pengertian
metode ilmiah atau proses ilmiah (scientific method) merupakan proses
keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti
fisis. Scientis atau para peneliti/ilmuwan melaksanakan pengamatan serta
membentuk hipotesis dalam usahanya sehingga dapat menjelaskan fenomena alam.
Prediksi atau hipotesis yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Apabila hipotesis tersebut lolos uji melalui eksperimen
berkali-kali baik oleh satu peneliti ataupun oleh peneliti lain, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Saintis atau para peneliti mungkin
tertarik pada aspek aspek yang berbeda dari alam, tetapi mereka semua
menggunakan pendekatan intelektual yang serupa untuk mengarahkan penyelidikan
penyelidikannya yaitu metode ilmiah.
Dari sumber lain dijelaskan bahwa
pengertian metode ilmiah atau method of scientific adalah
suatu cara mencari dan mengungkapkan kebenaran dengan ciri obyektivitas. Disini
kebenaran yang diperoleh secara konsepsional atau deduktif saja tidak cukup;
harus diuji secara empiris.
Terakhir, pengertian metode ilmiah
menurut sumber luar bahwa metode ilmiah adalah proses dimana para ilmuwan,
secara kolektif dan dari waktu ke waktu, berusaha untuk membangun sebuah
representasi dunia atau jawaban dari fenomena fenomena yang ada secara akurat
(dapat diandalkan, konsisten dan sangat obyektif). The scientific method is the
process by which scientists, collectively and over time, endeavor to construct
an accurate (that is, reliable, consistent and non-arbitrary) representation of
the world.
Langkah Langkah Metode Ilmiah
Langkah pertama yang harus dilakukan
para peneliti adalah merumuskan masalah yang dapat dicari jawabannya. Ini
merupakan langkah pertama metode ilmiah. Jawaban dari rumusan masalah umumnya
mencakup penjelasan yang berhubungan dengan tatanan atau proses di alam. Banyak
peneliti lebih tertarik terhadap mekanisme kerja alam dibandingkan pertanyaan
pertanyaan mengenai tujuan akhir.
Setelah sebuah pertanyaan diajukan dalam
bentuk rumusan masalah, langkah metode ilmiah yang selanjutnya adalah
mencari jawaban dengan jalan mengumpulkan data yang relevan dengan masalah
tersebut. Langkah metode ilmiah ini sangat menentukan metode ilmiah
selanjutnya. Data tersebut dapat diperoleh dari pengamatan, pengukuran,
perhitungan, dan pengulasan data data ataupun catatan lama, yang
disortir/dipilah dengan penuh kesadaran sehingga ditemukan keteraturan dan
hubungan dari apa yang kita rumuskan.
Langkah metode ilmiah yang selanjutnya
adalah pengajuan dugaan ilmiah atau kerennya disebut tebakan ilmiah dan lebih
populer lagi dengan kata "hipotesis". Dengan adanya hipotesis, suatu
penelitian akan berada dalam kerangka kerja yang konseptual. Hipotesis akan
menjadi kerangka dimana pemahaman ilmiah menjadi terstruktur. Pada umumnya,
hipotesis merupakan generalisasi yang mendeskripsikan keadaan keadaaan lama
dalam ruang lingkup penyelidikan. Perumusan hipotesis yang berhasil merupakan
ciri dari imajinasi ilmiah yang kreatif. Dalam metode ilmiah, membuat suatu
hipotesis menggunakan logika induktif. Dengan kata lain, membuat suatu
hipotesis itu dengan mengambil hal hal tertentu yang sifatnya khusus, spesifik
dan kemudian membuatnya menjadi hal umum yang kemudian akan diuji di
eksperimen. Oleh karena itu metode ilmiah sering disebut dengan metode induksi.
Harus diingat bahwa saintis jarang
mengikuti langkah langkah yang telah dijabarkan sebelumnya secara kaku.
Hipotesis bisa saja mendahului akumulasi data yang sesungguhnya, ata data bisa
saja diakumulasi dan dianalisis bersamaan dengan dikembangkannya hipotesis
ketimbang melakukan semua itu secara berurutan. Selain itu, walaupun para
peneliti kreatif dan sekaligus sangat penasaran dengan proses pemikiran mereka,
keingintahuan bisa jadi dibatasi oleh pandangan pandangan sebelumnya yang telah
diterima. Oleh karena itu, perubahan teori teori yang telah ada jarang terjadi.
Contoh Langkah langkah metode ilmiah
Contoh Langkah langkah metode ilmiah
- Melakukan identifikasi masalah
- Mengumpulkan data dalam cakupan masalah
- Memilah data untuk mencari korelasi, hubungan
yang bermakna dan keteraturan
- Merumuskan hipotesis (suatu generalisasi) yang
merupakan tebakan ilmiah yang menjelaskan data data yang ada dan
menyarankan langkah langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk
penelitian yang lebih lanjut
- Menguji hipotesis secara setepat mungkin dengan cara
mengumpulkan data data baru
- Melakukan konfirmasi, modifikasi ataupun menolak
hipotesis apabila memperoleh temuan temuan baru.
Bagi kalian yang masih belajar, berikut
langkah langkah metode ilmiah yang umum digunakan dalam laboratorium dan
percobaan
Langkah langkah Metode Ilmiah
- Merumuskan masalah: Langkah pertama dalam
melakukan suatu penelitian adalah merumuskan masalah. Hal ini bertujuan
untuk memperjelas masalah yang akan dipecahkan. Perumusan masalah
dilakukan dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan
permasalahan
- Menyusun perencanaan penelitian: langkah langkah
dalam membuat suatu rancangan penelitian adalah menyusun tujuan
penelitian, menyusun hipotesis, menetapkan variabel, memilih alat dan
bahan yang akan digunakan, menentukan langkah kerja, menentukan populasi
dan sampel serta menetapkan cara pengambilan data dan menganalisis data.
- Melakukan penelitian: Penelitian diawali dengan
kegiatan pengamatan. Pengamatan dapat dilakukan secara langsung (observasi
kualitatif) dan pengamatan tidak langsung (observasi kuantitatif). Untuk
menguji hipotesis yang telah dibuat, kita perlu melakukan penelitian
melalui percobaan yang sesuai dengan rancangan percobaan yang disusun
sebelumnya. Berlatih menggunakan peralatan percobaan merupakan cara
belajar yang efektif untuk mengurangi kesalahan kerja.
- Menyusun kesimpulan penelitian : Setelah mengolah
dan menganalisis data, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan.
Penarikan kesimpulan tersebut harus berdasarkan pada hasil penelitian dan
tetap berpedoman pada pandangan yang objektif.
- Melakukan penelitian perbaikan : Suatu penelitian
akan menjadi menjadi valid secara ilmiah apabila penelitian tersebut dapat
diuji ulang baik oleh peneliti yang lain. Oleh karena itu, seluruh teori
yang ada pasti terdapat banyak peneliti yang menjadi kontributor.
- Menulis laporan ilmiah: Suatu penelitian dapat
bernilai ilmiah apabila hasil penelitian dipublikasikan agar hasil
diperoleh dalam penelitian tersebut dapat diketahui orang lain. Kerangka
tulisan atau outline dari suatu laporan ilmiah disusun secara berurut dari
judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, bahan dan metode, hasil
dan pembahasan, daftar pustaka, dan juga lampiran.
Langganan:
Postingan (Atom)