Senin, 30 November 2015

TETAP TERSENYUM WALAUPUN HIDUP SEKERAS BATU

Sebelumnya saya ingin memperkenal kan diri nama saya Imam Setya Utama umur 20thn Mahsiswa Universitas Gunadarma Depok Semester 5 Jurusan Sistem Informasi. Pada artikel ini saya ingin menceritakan kisah nyata seorang anak yang tinggal di daerah rumah saya , anak ini bernama Mustofa atau sering disebut dengan panggilan klewer berumur 10thn . Sebelumnya saya tidak mengenal sosok anak ini karena dia baru pindah didaerah rumah saya, sangat asing wajahnya bagi saya. Seiring jalannya waktu saya sering melihat anak ini ketika saya sedang di rumah nenek saya yang masih satu daerah dengan rumah saya.

Wajah anak ini sedikit bisa membuat orang ketawa, pertama kali saya melihatnya saya memang ada rasa iba terhadap anak ini. Suatu hari ketika saya sedang berkumpul dengan sanak sodara saya di rumah nenek, ada yang terlihat aneh karena anak ini sering sekali berada dirumah nenek saya , saya berfikir mungkin anak ini sedang bermain saja dengan keponakan saya yang tinggal dirumah nenek saya. Kebetulan dirumah nenek saya tidak cuman nenek saya tetapi ada Bibi dan Paman saya serta  dua anaknya yang tinggal disana,sebelumnya ada kakek saya tetapi belum lama beliau meninggal itu termasuk pukulan berat bagi saya karena saya cukup akrab dengan kakek saya .

Kembali lagi ke si anak yang bernama mustofa tadi , pada hari itu saya sedang duduk didepan ruang kumpul keluarga saya, saya melihat anak itu sedang membeli es krim di depan rumah nenek saya , disitu saya mendengar seseuatu kata diucapkan oleh salah seorang warga yang mungkin belum tau tentang anak itu, dia bertanya kepada anak itu (klewer) "eh lu anak siapa sih kok main mulu disini, rumah lu emang dimana ?" tanya salah seorang warga di dekat rumah nenek saya. Anak itu terdiam dan mengacuhkan, saya pun semaki penasaran dengan bocah ini . lalu tidak lama bocah ini pergi , sang penjual eskrim yang sudah tau tentang bocah ini seperti memberi tahu kepada warga yang tadi menayakan pertanyaan kepada anak itu .

Karena semakin penasaran saya pun bertanya kepada ibu saya tentang anak ini, dan disitu saya terhentak betapa kuatnya batin anak ini ketika saya tau kalau ibu nya telah meninggal dan bapaknya pergi dari rumah meninggalkan anak ini seorang diri . Lama kelamaan setelah saya tau tentang anak ini saya ingin sekali memastikan nya dari anak ini walaupun itu berat bagi saya untuk menanyakan hal seperti itu. anak ini sudah dianggap seperti keluarga baru di keluarga saya dia sudah dianggap seperti bagian keluarga dari keluarga besar saya , setiap hari anak ini tinggal dirumah nenek saya dan di beri makan oleh bibi saya yang tinggal dirumah nenek saya , nenek saya khususnya sangat tidak tega melihat anak ini.

Suatu hari anak ini sedang bermain dirumah saya bersama adik saya kebetulan saya mempunyai seorang adik berumur 12 thn . ketika itu anak ini sedang bermain dirumah saya, saya sedang berada diruang tamu bersama ibu . Tiba tiba ibu berkata kepada anak ini (klewer)," klewer mamah mores sekolahin ya"  dan sangat tersentak ketika anak ini menjawab "gak ada ibu nanti yang nyiapin baju sekolah saya siapa" tutur anak tersebut . disitu rasanya saya terdiam dan merasa beruntung masih mendapatkan kasih sayang orang tua sampai sekarang sedangkan anak ini harus menjalankan hidup yang berat tanpa kasih sayang orang tua diumur yang masih sangat belia masih sangat memerlukan kasih sayang ibu . tetapi anak ini menjalani hidupnya dengan selalu tersenyum selalu tidak menampakan kesedihan yang dialami olehnya. dan yang saya sangat salut dia tetap rajin dan tinggal bersama nenek saya tidak mau bersama anak jalanan yang notabennya nasibnya hampir sama dengannya.

 Mungkin anak ini satu dari sekian banyak anak anak di indonesia yang mengalami nasib sepertinya tetapi seharusnya disini lah peran pemerintah kita bagaimana cara mengatasi hal tersebut . Pemerintah seharusnya mempunyai wadah tersendiri untuk anak anak yang mengalami kejadian seperti ini, bayangkan betapa sakitnya psikis anak ini, seharusnya pemerintah tanggap akan hal seperti ini kita tidak bisa memastikan nasib anak ini seperti apa jiak 10-20 thn kedepan . Jadi kepada pemerintah untuk segera menanggapi hal-hal kejadian seperti yang dialami mustofa (klewer) karena anak ini butuh motivasi untuk kehidupan selanjutnya .
terimakasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar