Tugas
Bahasa
Indonesia
PENELITIAN ILMIAH GOAL-LINE TEKNOLOGI
Oleh :
Imam Setya Utama
SI
/ 2013
NPM
: 14113317
3KA07
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kata
Pengantar
Syukur
Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT, karena saya dapat menyelesaikan
tugas saya ini yaitu membuat proposal penelitian yang berjudul “Goal-Line Teknologi ”
dengan tepat waktu. Tugas ini merupakan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
Didalam
proposal ini saya memberi pengetahuan sedikit kepada pembaca sekalian yaitu
tentang Goal-Line Teknologi.
Semoga proposal ini dapat bermanfaat
bagi semua orang yang membacanya.
Disini
saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu
saya untuk menyelesaikan proposal ini. Pertama orang tua saya yang yang memberi
dorongan dan inspirasi dan juga materi. Dan juga teman-teman saya yang selalu
memberi informasi.
Penulis
Imam Setya Utama
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Penelitian : PENELITIAN
GOAL-LINE TEKNOLOGI
Jenis Penelitian :
Individu
Nama Peneliti : Imam Setya Utama
Npm : 14113317
DAFTAR ISI
Hal
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………….
DAFTAR ISI…………………………………………..…………………..
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
…………………………………………………
1.2 Tujuan
Penelitian……………………………………………….
1.3 Batasan Masalah………………………………..........................
1.4 Manfaat
Penelitian……………………………………………...
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Goal-Line Teknologi………………………………………………..
2.1 Perkembangan ………………………………………………..
BAB
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu
Penelitian…………………………............
3.2 Bahan dan alat…………………………………………………
3.3 Metode
Penelitian……………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN AGENDA KEGIATAN
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Piala Dunia 2014
menjadi gelaran pesta sepakbola akbar sejagat yang disisipi teknologi.Teknologi
yang dimaksud adalah teknologi garis gawang atau Goal-line Technology.
Hadirnya teknologi garis gawang dalam pertandingan sepakbola tak lain
diakibatkan karena seringnya wasit menganulir gol yang terjadi secara
'kontroversial', apalagi untuk event sepakbola sebesar Piala Dunia FIFA.
Goal Line
Technology adalah teknologi yang digunakan dalam pertandingan sepak bola untuk
menentukan apakah bola telah melewati garis gawang atau belum. Untuk lebih
lengkapnya lihatdisini. Pada dasarnya
rencana penggunaan teknologi garis gawang ini berangkat dari berbagai insiden
gol yang dianulir oleh wasit, yang sejatinya gol tersebut seharusnya sah.
Contohnya seperti Inggris yang merasa dirugikan pada Piala Dunia 2010 lalu, ada
juga beberapa negara juga yang merasakan hal serupa di Euro 2012 kemarin, salah
satunya adalah Ukraina. Tuan rumah Euro 2012 itu seharusnya mendapatkan gol
ketika dikalahkan Inggris 1-0 pada pertandingan terakhir Grup D.
Namun, kehadiran teknologi yang mempengaruhi jalannya pertandingan sepakbola mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk Presiden FIFA, Sepp Blatter. Ia beralasan bahwa faktor kesalahan manusia -dalam hal ini wasit- merupakan salah satu keunikan sepakbola itu sendiri. Meskipun demikian, penggunaan teknologi garis gawang di Piala Dunia 2014 tetap dilaksanakan.
1.2 Tujuan
Penelitian
1.2.1
Tujuan Umum
Teknologi garis gawang atau goal line technology adalah salah
satu cara atau alat untuk menentukan apakah bola melewati garis gawang (goal)
atau bola tidak melewati garis gawang. Tetapi alat ini bukan untuk mengganti
peran dari wasit dalam memipin pertandingan, namun lebih membantu kinerja wasit
dalam mengambil keputusan akhir yang diambil wasit atau hakim garis yang tidak
merugikan bagi kedua tim sepakbola yang sedang bertanding. Pada awal
kehadirannya FIFA (Ferderation Internationale de Football Association) menolak
adanya teknologi ini namun akibat keputusan kontrovesional yang diambil wasit
membuat FIFA melakukan pengujian kepada beberapa kandidat potensial teknologi
garis gawang. Dan ada sembilan buah sistem yang diuji namun hanya ada dua buah
sistem yang bertahan, kedua sistem yang disetujui yakni GoalRef dan HawkEye..
1.3 Batasan Masalah
Agar
pembahasan ini tidak terlalu luas, namun dapat mencapai hasil yang optimal,
maka penulis akan membatasi ruang lingkup pembahasan sebagai berikut :
1. Memberikan
pengetahuan tambahan kepada masyarakat luas, khususnya di
Indonesia, tentang teknologi modern yang digunakan
dalam sebuah pertandingan sepakbola.
1.4 Manfaat
Penelitian
Berdasarkan
tujuan penelitian tersebut diharapkan dengan penelitian ini dapat diperoleh
manfaat sebagai berikut :
1.4.1
Bagi Penulis
1.
Untuk memenuhi
salah satu syarat
dalam memperoleh gelar strata satu Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Sistem
Informasi Universitas Gunadarma .
1.4.2 Bagi Akademik
1.
Mengetahui sistem yang digunakan pada teknologi Goal-Line Teknologi.
1.4.3
Bagi Masyarakat
1.
Mengetahui seberapa
besarnya respone masyarakat terhadap teknologi
dalam sepakbola .
2.
Memberi Pengetahuan
bagi masyrakat terhadap teknlogi modern yang digunakan dalam sepakbola masa
kini.
3.
Menghindarkan masalah
protes dalam sebuah pertandingan sepakbola dalam hal mencetak gol.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
. Goal-Line Teknologi
Dalam sepak bola, teknologi
garis gawang (Inggris: goal-line technology disingkat GLT) merupakan salah satu cara yang digunakan untuk
menentukan bilamana bola telah sepenuhnya melewati garis gawang dengan bantuan
berbagai perangkat elektronik dan pada saat yang sama membantu wasit dalam
menyatakan sebuah gol telah terjadi atau tidak. GLT tidak ditujukan untuk
menggantikan peran wasit dan para hakim garis, namun lebih membantu mereka
dalam membuat keputusan di lapangan pertandingan. GLT harus memberikan sebuah
indikasi yang jelas mengenai apakah bola telah sepenuhnya melewati garis gawang
dan informasi ini nantinya berperan untuk membantu wasit dalam membuat
keputusan akhir
2.2. Perkembangan Teknologi Sepakbola
Di
dunia yang semakin berkembang ini telah banyak bermunculan teknologi baru yang
membuat pekerjaan manusia semakin mudah. Banyak teknologi yang ditemukan
berkaitan dengan berbagai bidang tidak terkecuali bidang olahraga. Sepakbola
yang meruapakan cabang olahraga populer di dunia ini tentunya merupakan hal
yang diperhatikan sehingga mulai bermunculan teknologi di bidang ini. Berikut
ini akan kami sampaikan beberapa penemuan teknologi di dunia sepakabola.
1. BOLA CTRUS DENGAN KAMERA
2.
PLESTER KINESO
3.
JAM REFEREE THIRD EYE
4.
ARMOUR BITE MOUTHPIECE
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat
dan waktu penelitian
Ø Tempat: Lapangan Sepakbola Ragunan Jakarta Selatan.
Ø Waktu : Senin 28 Desember 2015
3.2 Teknik
Menganilisis Data
Metode
Komparatif
Yaitu
membandingkan dua atau lebih pendapat yang ada dengan melihat argumentasinya.
Misalnya membandingkan pemikiran seorang ahli dengan ahli lainnya dalam suatu
bidang yang diteliti. Metode Komparasi juga dapat berarti membandingkan kesamaan
dan perbedaan terhadap kasus, peristiwa, ataupun terhadap ide-ide yang
berkaitan dengan suatu konsep yang dijadikan penelitian.
3.3 Bahan
dan alat
Bahan yang akan digunakan pada penelitian
ini adalah menggunak alat yang mendukung teknologi. Peralatan yang
digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Perangkat
Keras
Perangkat
keras yang
digunakan adalah sebagai berikut :.
Ø 1 buah bola
Ø Lapangan Sepak Bola
Ø Receiver atau Jam tangan
2. Perangkat
Lunak
Dalam
penelitian ini digunakan beberapa perangkat lunak :
Ø Alat pendeteksi Decision Review System (DRS)..
Ø Beep ear-piece.
3.3 Prosedur
Penelitian
Penelitian ini dibagi dalam
beberapa tahap, yaitu: (1) .Siapkan 1 buah bola
(2).Gawang. (3).Receiver Wasit.
Tahap 1 : Siapkan 1 buah bola.
Bola yang menunjang
teknologi Goal Line Technology dibuat khusus. Di bola tersebut dipasang semacam
sensor yang akan mengirim pesan ke receiver yang ada di tangan wasit saat
terjadi gol. Meski demikian, kualitas dan berat bola tersebut sama sekali tidak
berubah dari standar FIFA. Sejumlah pemain yang tampil di Piala Konfederasi dan
Club World Cup mengakui tidak merasa ada perbedaan signifikan bola khusus Goal
Line Technology dengan bola biasa
Tahap 2 : Gawang.
Setiap gawang di
lapangan dipantau melalui tujuh kamera berkecepatan tinggi yang dipasang di
sejumlah titik di atas tribun stadion. Total, ada 14 kamera yang khusus
memantau dua gawang di lapangan. Kamera-kamera ini mampu merekam gambar
bergerak di area gawang hingga 500 frameper detik.
Bandingkan dengan mata manusia yang hanya bisa merekam 16 frame per detik.
Tahap 3 : Receiver Wasit.
Saat bola telah
melewati seluruh garis gawang, sensor di dalam bola akan aktif dan segera
mengirim sinyal ke receiver yang ada di tangan wasit. Akan
terlihat tulisan “GOAL” di receivertersebut. Namun,
jika bola belum sepenuhnya melewati garis gawang, wasit tidak akan menerima
pesan di receiver yang ada di tangannya..
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar